Selasa, 03 Maret 2015 By: Himabio UNY

Golden Jellyfish

Migrasi Eksotik Mastigias papua etpisoni di Jellyfish Lake


Migrasi..

Semua orang pernah mendengar kata migrasi. Dimana ketika pergi ke suatu tempat kita sedang memperjuangkan kehidupan. Mencari makan mungkin, bisa jadi bertelur, ataupun melakukan perkawinan. Tapi apa yang kau lakukan dengan melakukan migrasi harian dua kali dalam sehari tanpa henti? Inilah yang dilakukan oleh ubur-ubur tanpa tentakel penyengat di suatu pulau di pulau Eil Malk, Palau. Eil Malk adalah bagian dari Kepulauan Rock, sekelompok kecil, berbatu, sebagian besar pulau-pulau berpenghuni di Palau Lagoon Selatan, antara Koror dan Peleliu. Di pulau bagian Pasifik Selatan ini terdapat danau air asin yang terisolasi oleh lautan, sehingga membentuk suatu habitat baru bagi penghuninya.Apa tepatnya nama danau ditengah pulau ditengah lautan ini? Tentu saja dari dominasi makhluk hidup yang seperti jelly ini, maka danau ini dinamakan “Jellyfish Lake”. Tiga belas juta ubur-ubur emas atau golden jellyfish (Mastigias papua etpisoni) hidup dan mengembara tiap harinya ketika matahari muncul, ketika matahari menuju ke ujung senja. Dan bagaimana bisa ubur-ubur berwarna emas tak punya alat menyerang yang terisolasi ini bisa bertahan hidup?


            Sebenarnya spesies ubur-ubur emas (Mastigias papua etpisoni) bukan satu-satunya ubur-ubur yang tinggal disini. Namun ada spesies ubur-ubur lain seperti Aurelia sp. Bahkan ubur-ubur polip predator, Entacmea medusivora (medusa-eating). Mereka dikenal sebagai anemon laut pemakan sesama ubur-ubur. Dan tentu saja menu favoritnya adalah makhluk eksotik ini, golden jellyfish.
            Golden jellyfish, tentu saja warnanya agak keemasan. Darimana asalnya? Warna cerah seperti emas mereka dapatkan dari hubungan simbiosis dengan alga dinamis, fotosintetik, yang familiar disebut sebagai kelompok zooxanthellae. Alga-alga ini tidak hanya memberikan warna cantik berkilau ketika matahari menyorot tajam kedanau, ketika semua berenang dipermukaan, tetapi juga memberikan makanan yang cukup bagi jutaan ubur-ubur yang tinggal di danau ini. Bagaimana bisa? Tenju saja ini adalah perjanjian yang mutlak dan krusial. Di pagi hari ketika matahari naik, maka jutaan ubur-ubur emas telah siap untuk bermigrasi, dari hari sepagi itu mereka memulai perjalanan mereka dari barat ke timur hanya untuk mengikuti matahari bergerak. Dengan begitu alga yang menumpang dijaringan tubuhnya mampu melakukan fotosintesis. Ketika tengah hari (midday), ketika matahari telah sampai pada titik puncaknya ubur-ubur akan beristirahat panjang, dengan alga-alga yang masih memasak makanan untuk mereka. Namun setiap sore ketika matahari merangkak pelan ke ufuk barat, maka migrasi kedua dimulai, ubur-ubur emas berjalan balik dari timur ke barat. Sampai pada akhirnya ketika di malam hari, selama 14 jam mereka pergi ke cekungan dalam tempat gas-gas beracun senyawa kemoklin berada. Namun Mastigias papua etpisoni sudah tahu bahwa dia terjun ke cekungan beracun, untuk memenuhi janji bahwa melanjutkan hubungan simbiosis yang saling menguntungkan ini.

Indah bukan? Apalagi kalau bisa berenang ke sana. Tapi yang paling penting, keindahan dan kehidupan yang unik harus tetap diperhatikan dan dijaga. Dari sini mungkin saya bisa mengambil pesan bahwasanya, kehidupan yang baik dan sehat adalah hubungan yang saling menjaga satu sama lainnya. (Dwiki, ref: National Geographic. Great Migrations; Coral Reef Research Foundation. Jellyfish Lake Infomation Sheet.)