Minggu, 08 Maret 2015 By: Himabio UNY

Zombie Snails

Kisah Zombie dalam Dunia Siput Amber Succinea putris

     

Zombie?
            Ketika berbicara tentang “zombie” maka hal yang bisa dikaitkan dari kata ini adalah: makhluk hidup yang sudah mati lalu hidup lagi, infeksi, efek bionuklir, sesuatu yang bisa mengendalikan pikiran secara utuh , atau tidak hidup namun tidak mati pula.
            Barangkali cerita “zombie” di dalam banyak film itu ada. Dan mungkin ini adalah salah satunya dari sekian zombie di kehidupan nyata. Siput Zombie atau Zombie Snail.
            Zombie Snail atau Siput Zombie (Succinea putris) dulunya sebelum terinfeksi adalah siput biasa famili succineidae atau keluarga siput Amber Snail karena bentuk serta warna kurning keemasan yang mirip dengan batu ambar. Namun kisah hidupnya berubah ketika siput ini bertemu dengan cacing parasit trematoda Leucochloridum sp.
            Kisahnya bermula ketika Succinea putris memakan kotoran burung penyanyi yang mengandung larva Leucochloridium yang masih berupa mirasidium. Ya... hingga larva itu tumbuh didalam kelenjar pencernaan siput ini dan menjadi tahap larva berikutnya yaitu sporokist. Apabila sporokist induk telah terbentuk maka akan ada banyak sporokist anakan Leucochloridium yang terbentuk secara parthenogenesis yang kemudian berkembang menjadi redia kemudian berkembang lagi menjadi serkaria. Lalu kemudian tabung-tabung sporokist itu menuju ke tentakel atau alat penglihatan pada siput Succine putris merenggangkan bagian itu bagai karet yang ditarik-tarik, bagai denyut yang tak berkesudahan. Saat itulah kontrol pikiran dan tubuh siput diambil ahli oleh sporokist trematoda ini. Semua berubah, perilaku siput Succinea putris berubah. Seperti zombie dalam dongeng. Benar saja Succinea tidak menyukai cahaya, dan kini dia harus merelakan tubuhnya dituntun oleh cacing parasit Leucochloridium menuju cahaya terang, ke tempat dimana predator keduanya melihat siput ini dengan jelas. Burung-burung predator tertarik melihat denyut-denyut tentakel yang berwarna dari siput. Dan secara cekatan burung predator memangsanya dan serkaria tumbuh menjadi cacing dewasa dalam jaringan tubuh burung predator, lalu bertelur lebih banyak lagi.
            Ini adalah siklus. Kini telur-telur Leucochloridium telah sampai pada saluran pencernaan dan keluar bersama feses burung. Bukan salah siput Succinea putris apabila, ada Succinea lainnya yang memakan feses burung predator itu. Dan di kemudian hari, siklus itu terus berlanjut, akan selalu ada siput zombie dalam setiap generasi. Selalu ada kehidupan lain yang menarik yang bisa kita jaga. Terutama “rumah” mereka. (Dwiki, ref: National Geographic. World’s Deadliest: Zombie Snails; The Living World of Molluscs. Amber Snails. www.molluscs.at)