Rabu, 28 Januari 2015 By: Himabio UNY

MENGAPA HARUS MEROKOK?

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerikap ada abad 16, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Tetapi kekinian rokok digunakan semata-mata untuk kesenangan dan kepuasan.

         
    






     Propaganda mengenai manfaat menghisap benda bebentuk silindris itu juga marak beredar. Dengan iming-iming manfaat yang sebernarnya tidak lebih besar dari resiko yang ditimbulkan, berikut ini beberapa bentuk iming-iming manfaat rokok:
2. Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari Serangan Jantung dan Stroke. (sumber: The Carbon Monoxide Paradox)
3. Merokok mengurangi resiko penyakit “Susut Gusi” (Gingival recession) yang parah (sumber: Smoking Does Not Increase Risk Of Receding Gums)
4. Merokok mencegah Asma dan penyakit karena Alergi lainnya. (sumber: Does tobacco smoke prevent atopic disorders? A study of two generations of Swedish residents)
5. Nikotin membunuh kuman penyebab Tuberculosis (TB). (sumber: Shocker: ‘Villain’ nicotine slays TB)
6. Merokok mencegah Kanker Kulit yang langka. (sumber: Smoking Cuts Risk of Rare Cancer).
7. Merokok mengurangi resiko terkena Kanker Payudara (sumber: Cigarettes May Have an Up Side)
8. Nitrat Oksida dalam Nikotin mengurangi Radang Usus Besar (sumber: Nitric oxide mediates a therapeutic effect of nicotine in ulcerative colitis)
9. Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome (sumber: Effects of transdermal nicotine on cognitive performance in Down’s syndrome)
10. Merokok baik bagi ibu hamil untuk mencegah Hipertensi di masa kehamilan dan penularan ibu-anak infeksi Helicobacter pylori (sumber: Urinary cotinine concentration confirms the reduced risk of preeclampsia with tobacco exposure).

          Sebagai konsumen kita harus benar-benar mencari apakah iming-iming manfaat rokok itu benar adanya. Karena sumber lain memiliki opini yang sangat bertolak belakang, mengenai banyaknya riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema. Hal ini disebabkan komposisi zat penyusun rokok.

        Bahan penyusun rokok yang pertama adalah Nikotin, kandungan dapat menyebabkan perokok merasa rileks. Kemudian Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik. Selain itu terdapat Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano. Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna. Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif. Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol. Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana. Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu. Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat. Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida. Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus. Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.

    Sebenarnya apapun yang telah diciptakan di dunian ini, mempunyai manfaat. Tergantung dari niatan dan tujuan kita. Jika memang bagian dari rokok bermanfaat, bukan berarti kita harus mulai merokok atau meneruskan kebiasaan menghisap tembakau. Tetapi jika memang bahan dari penyusun rokok itu berbahaya, kita juga tidak semena-mena berkata bahwa zat-zat penyusun rokok tidak ada gunanya. Hak teman-teman untuk percaya atau tidak bahwa nikotin dan zat-zat lain yang juga berasal dari alam dan berada di dalam rokok juga mempunyai kegunaan. Wallahua’lam.(may)