Senin, 14 September 2015 0 komentar By: Himabio UNY

Mahasiswa Baru Sibuk Siapkan BGSL

     Mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Biologi UNY laksanakan Kuliah 1 dan 2  BGSL (Bio Games and Study Laboratory) di ruang Sidang II FMIPA UNY. Mahasiswa  baru angkatan 2015 sangat antuasias mengikuti kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari tertibnya acara dan kepatuhan mahasiswa baru dalam mengenakan dresscode yang ditetapkan oleh panitia BGSL.


     Pada Kuliah 1 BGSL, Mahasiswa baru dikenalkan dengan Birokrasi Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY, HIMABIO  (Himpunan Mahasiswa Biologi), BSG (Bospeleology Studien Gruppen), dan ARWANA (Arga Wana Setya Buwana). Sedangkan pada kuliah 2 BGSL mahasiswa baru dikenalkan dengan SDP (Study Development Program) Jurnalistik, Olahraga dan Seni, Leadership, dan Kewirausahaan. Dilanjutkan dengan pengenalan alat dan laboratorium Biologi.

     Kuliah 1 dan Kuliah 2 dilaksanakan untuk mempersiapkan kegiatan BGSL yang pelaksanaannya Minggu, 26 September 2015 sampai dengan Minggu, 27 September 2015 bertempat di Sinolewah, Sleman, Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, Mahasiswa baru angkatan 2015 akan lebih dikenalkan dengan objek Biologi. Proses pengenalan ini dimulai dengan pengenalan lingkungan dengan menyatukan mahasiswa baru dengan alam. Mahasiswa akan beristirahat dan tidur di dalam tenda-tenda yang telah disediakan oleh panitia. 

     Mahasiswa baru angkatan tahun 2015 akan melaksanakan oubond, pensi  (Pentas Seni), games,  dan SL (Study Lboratory). Dalam setiap kegiatan mahasiswa baru, akan dipandu oleh pemandu yang merupakan mahasiwa dari angkatan 2013. Setiap kelompok dipandu oleh dua orang pemandu yang sudah sangat berpengalaman, telaten dan penyayang.

     Dalam mempersiapkan BGSL, mahasiswa baru lebih disibukkan dalam proses pembuatan co-card, pentas seni dan pencarian barang-barang yang harus di bawa ke lokasi BGSL. Co-card dibuat sesuai dengan nama kelompok yang merupakan nama spesies dari objek Biologi. Untuk pentas seni, dua kelompok menampilkan satu penampilan yang dibagi dalam enam jenis tampilan yaitu drama, akustik, tari, perkusi, video clip dan puisi bersambung. Saat ini kelompok BGSL rutin melakukan pertemuan untuk mempersiapkan BGSL. Aghnan Pramudihasan pemandu Rana macrodon berpesan "Banyaklah bermain, carilah pengalaman, jangan hanya berkutat dengan laporan karena banyak objek biologi yang perlu kita exsplore". (mayta)
Selasa, 08 September 2015 0 komentar By: Himabio UNY

Matriks Ekstrasel dapat Tumbuhkan Jari yang Putus



  


  Ada harapan baru bagi mereka yang kehilangan jari tangan akibat kecelakaan. Kini, para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) sedang mengembangkan formula yang bisa menumbuhkan kembali jari tangan yang terpotong. Riset tersebut ditekuni setelah seorang pria dilaporkan berhasil menumbuhkan kembali jari tangannya berkat ramuan ekstrak kandung kemih babi. Meski hasilnya tidak  yang maksimal, namun bubuk itu diklaim baik untuk penyembuhan luka.

     Bagian dari kandung kemih babi yang diekstrak  adalah matriks ekstraselular. Matrik ekstraselular merupakan komponen jaringan yang berfungsi di luar sel tubuh. Matriks ekstraselular merupakan bagian integral dari setiap tahapan penyembuhan luka, berinteraksi dengan sel dan faktor pertumbuhan dalam dinamis memberi dan menerima yang akhirnya menghasilkan penutupan luka. Lebih khusus, komponen matriks ekstraselular  berperan dalam merangsang proliferasi sel dan diferensiasi, membimbing migrasi sel, dan memodulasi respon seluler. Ketika matriks ekstraselular disfungsional, penyembuhan luka melambat bahkan bisa sampai terhenti (Bosman, 2003).

 

      Pada saat jari terpotong, sel-sel akan mati dan isinya bocor ke jaringan sekitarnya. Ini tanda bagi sistem imun bahwa ada masalah pada tubuh. Sistem imun akan merespons sel mati dengan peradangan dan jaringan parut. Tapi pembentukan jaringan parut dapat mencegah pengembangan seluler di daerah tersebut.
  Ketika matriks ekstraselular diberikan ke luka, zat ini tidak akan memicu respons kekebalan.Sebaliknya, ketika zat tersebut mulai terurai menjadi jaringan sekitar, ini menyebabkan sel-sel di dalam jaringan untuk mulai memperbaiki kerusakan, sama halnya dengan perbaikan pada janin. Zat ini membagi jaringan dan membangun kembali, menciptakan jaringan baru yang merupakan jaringan normal, bukan hanya bekas luka.

     Jari yang tumbuh memang tak sepenuhnya normal. Jaringan kulitnya sedikit keras, seperti kapalan, dan ada bekas luka tipis di pangkalnya. Kukunya juga tumbuh dua kali lebih cepat dibanding kuku jari lainnya. Tetapi jika dilihat sekilas jari itu masih terlihat normal seperti jari-jari lain, ujar Spievack salah satu pasien yang memanfaatkan bubuk kandung kemih babi.









Sumber:
Van de Velde, Bosman.F.T, Wagener. Onkologi. 5th ed. Panitia Kanker RSUP DR.Sardjito Yogyakarta.1999. 467-492.