Selasa, 08 September 2015 0 komentar By: Himabio UNY

Matriks Ekstrasel dapat Tumbuhkan Jari yang Putus



  


  Ada harapan baru bagi mereka yang kehilangan jari tangan akibat kecelakaan. Kini, para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) sedang mengembangkan formula yang bisa menumbuhkan kembali jari tangan yang terpotong. Riset tersebut ditekuni setelah seorang pria dilaporkan berhasil menumbuhkan kembali jari tangannya berkat ramuan ekstrak kandung kemih babi. Meski hasilnya tidak  yang maksimal, namun bubuk itu diklaim baik untuk penyembuhan luka.

     Bagian dari kandung kemih babi yang diekstrak  adalah matriks ekstraselular. Matrik ekstraselular merupakan komponen jaringan yang berfungsi di luar sel tubuh. Matriks ekstraselular merupakan bagian integral dari setiap tahapan penyembuhan luka, berinteraksi dengan sel dan faktor pertumbuhan dalam dinamis memberi dan menerima yang akhirnya menghasilkan penutupan luka. Lebih khusus, komponen matriks ekstraselular  berperan dalam merangsang proliferasi sel dan diferensiasi, membimbing migrasi sel, dan memodulasi respon seluler. Ketika matriks ekstraselular disfungsional, penyembuhan luka melambat bahkan bisa sampai terhenti (Bosman, 2003).

 

      Pada saat jari terpotong, sel-sel akan mati dan isinya bocor ke jaringan sekitarnya. Ini tanda bagi sistem imun bahwa ada masalah pada tubuh. Sistem imun akan merespons sel mati dengan peradangan dan jaringan parut. Tapi pembentukan jaringan parut dapat mencegah pengembangan seluler di daerah tersebut.
  Ketika matriks ekstraselular diberikan ke luka, zat ini tidak akan memicu respons kekebalan.Sebaliknya, ketika zat tersebut mulai terurai menjadi jaringan sekitar, ini menyebabkan sel-sel di dalam jaringan untuk mulai memperbaiki kerusakan, sama halnya dengan perbaikan pada janin. Zat ini membagi jaringan dan membangun kembali, menciptakan jaringan baru yang merupakan jaringan normal, bukan hanya bekas luka.

     Jari yang tumbuh memang tak sepenuhnya normal. Jaringan kulitnya sedikit keras, seperti kapalan, dan ada bekas luka tipis di pangkalnya. Kukunya juga tumbuh dua kali lebih cepat dibanding kuku jari lainnya. Tetapi jika dilihat sekilas jari itu masih terlihat normal seperti jari-jari lain, ujar Spievack salah satu pasien yang memanfaatkan bubuk kandung kemih babi.









Sumber:
Van de Velde, Bosman.F.T, Wagener. Onkologi. 5th ed. Panitia Kanker RSUP DR.Sardjito Yogyakarta.1999. 467-492.
Senin, 27 Juli 2015 0 komentar By: Himabio UNY

JALIN TALI SILATURAHMI MELALUI FORLUM (Forum Alumni) HIMABIO 2015






Masih dalam suasana kehangatan Bulan Suci Ramadhan 1436 H, tepatnya pada tanggal 20 Juni 2015 bertempat di Foodcourt UNY, Himabio periode 2015 kembali mengadakan acara rutin setiap tahun yang dimotori oleh pengurus harian Humas bernama Forlum atau yang bisa disebut Forum Alumni. Sesuai namanya, acara ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi sekaligus sharing antara pengurus Himabio periode terkini dengan pengurus Himabio terdahulu. Sharing yang disampaikan baik itu proker, cerita kepengurusan sebelumnya, bahkan cerita paling berkesan selama menjadi pengurus Himabio
 

Acara Forlum kali ini sungguh berbeda dengan acara Forlum di tahun-tahun sebelumnya, mengingat di tahun 2015 ini acara Forlum diselenggarakan bertepatan dengan bulan puasa. Tentu saja, acara ini sekaligus dibarengi dengan acara buka puasa bersama pengurus dan mantan pengurus. Yang menarik, acara ini dihadiri oleh mantan pengurus dari hampir setiap angkatan. Ada yang dari angkatan 2008, angkatan 2006, bahkan ada yang dari pengurus Himabio periode 2003. Semua membaur menjadi satu dalam acara yang penuh kehangatan ini.

Diawali dengan tilawah oleh Andi Prasetyo, diharapkan acara ini selalu diberkahi oleh Sang Maha Pencipta. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Himabio 2015, Ihsan Adi Pratama. Sambil memberi sambutan, pak Ketua juga melakukan perkenalan pengurus Himabio 2015 kepada kakak-kakak alumni pengurus Himabio. Acara selanjutnya sampai pada puncaknya, yaitu berbagi cerita tentang perjalanan kepengurusan Himabio periode sebelumnya. Diawali dengan cerita dari kepengurusan tahun 2006 yang ternyata saat ini mantan Sekjen Himabio 2006 menikah dengan Bendahara Himabio 2006. Selanjutnya ada cerita unik dari Himabio 2008 yang saat awal kepengurusan sama sekali tak memiliki pegangan uang baik dari KWU maupun Bendahara dan bagaimana mereka berhasil mendapatkan uang jutaan rupiah di akhir kepengurusan.


Acara pun ditutup dengan buka bersama dengan santapan sup buah dan nasi kotak. Meskipun ada sedikit kesalahan teknis, namun itu bukan menjadi halangan dalam kehangatan suasana Ramadhan ini. Tak lupa sebelum berpisah kami semua berfoto ria bersama seluruh yang hadir di acara Forlum ini. Diharapkan dalam acara ini, kita bisa tetap menjalin tali silahturahmi dan tetap berhubungan dengan alumni pengurus Himabio terdahulu dan semakin memperluas koneksi antarkeluarga. (Ajeng)