Sabtu, 04 April 2015 By: Himabio UNY

Keripik Ulva: Kuliner Kaya Gizi Pesisir Selatan



Siapa sangka alga makroskopis yang sering dijumpai di pantai dan di laut, Ulva (sea lettuce) atau selada laut, ternyata kaya akan gizi dan dapat menjadi kudapan yang nikmat. Masyarakat pesisir selatan, Gunung Kidul, kerap menyulap alga berwarna hijau mirip selada ini menjadi keripik yang renyah nan gurih. 





Bahan:

·         Ulva
·         Tepung terigu
·         Air
·         Bawang putih
·         Merica
·         Garam
·         Penyedap rasa
·         Minyak goreng

Cara Membuat:

·         1. Keringkan ulva dengan cara dijemur di bawah sinar matahari langsung selama 24 jam
·         2. Tumbuk halus bumbu-bumbu adonan tepung; bawang putih, merica, dan garam. Tambahkan penyedap rasa secukupnya.
·         3. Campurkan tepung terigu dengan air hingga encer, masukkan bumbu yang telah ditumbuk halus. Aduk rata.
·         4. Lumurkan ulva yang telah dikeringkan dengan adonan tepung.
·         5. Diamkan meresap hingga beberapa saat.
·         6. Panaskan minyak goreng di atas penggorengan, tunggu hingga minyak matang merata, goreng ulva yang telah dilumuri tepung hingga kuning kecoklatan, tiriskan.
·         7. Ulva siap dihidangkan sebagai camilan penuh gizi dan kaya manfaat.



Kandungan Gizi

Awalnya sekelompok mahasiswi biologi dari Universitas negeri di Yogyakarta melakukan riset tentang ulva. Lalu setelah mendapatkan hasil yang positif, sekelompok mahasiswi tersebut memperkenalkan potensi ulva kepada warga sekitar pantai, meneliti kandungan gizi, dan mengajarkan cara mengolahnya hingga menjadi keripik dan makanan khas pantai Gunung Kidul.

Jauh beberapa waktu lampau, sebelum dimanfaatkan di Indonesia terutama di Yogyakarta, masyarakat sekitar pantai di Jepang, Tiongkok, dan Filipina sudah mulai mengkonsumsi ulva sebagai makanan yang bergizi. Begitu juga masyarakat di Britania Raya yang kerap menjadikannya sebagai bahan campuran salad. Tidak heran, manfaatnya sebagai pencegah kanker dan osteoporosis memang membuat ulva semakin digemari. Selain itu alga yang mengandung 2,59% mineral; 11,5% serat; 4,88% protein serta karbohidrat dan vitamin ini juga dikenal dapat membantu kesehatan pencernaan dan sebagai obat cacing alami. Lezat lagi bergizi!

(Fia. Reff: nutrisiuntukbangsa.org/kuliner-pesisir-selatan-lezatnya-si-hijau-bergizi-dari-pantai-gunung-kidul/#14280708430851&30813::resize_frame|70-270
www.kelas-mikrokontrol.com/jurnal/iptek/bagian-3/manfaat-ganggang-hijau.html
www.pikiran-rakyat.com/node/117797)

0 komentar: