Minggu, 07 Oktober 2012 By: Himabio UNY

Sekilas Seminar Nasional Biologi 2012



HIMABIO FMIPA UNY kembali menggelar seminar bertaraf nasional pada sabtu 29 September 2012. Acara yang merupakan salah satu rangkaian big project HIMABIO 2012 ini digelar di ruang sidang Fmipa UNY.
Semnas Biologi tahun ini mengambil tema “konservasi biodiversitas Indonesia”. Hal ini tidak berbeda jauh dari tema-tema yang lalu sebab konservasi saat ini merupakan salah satu hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Hingga saat ini kerusakan alam terus terjadi dan mengancam kehidupan flora dan fauna. Banyak sekali kehidupan yang terancam punah apabila tidak segera ditolong. Konservasi dianggap sebagai langkah utama dalam upaya penyelamatan flora dan fauna sehingga dapat terus exist.
Semnas Biologi dibuka oleh rektor UNY pada pukul 08.30 WIB. Pembukaan ini juga dihadiri oleh lapisan birokrasi FMIPA UNY yakni bapak wakil dekan I dan III, ketua jurusan pendidikan biologi, dan juga pembimbing HIMABIO UNY. Semnas biologi ini juga dihadiri oleh ketua BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) DIY. Semnas Biologi tahun ini mampu menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten dalam bidang konservasi, yaitu :
1.      Dr.Noviar Andayani, presiden WCS (wildlife conservation society) Indonesia
2.      Hardi, pendiri COP (center of orangutan protection) Kalimantan, Indonesia
3.      Satino, M.si, dosen biologi FMIPA UNY
4.      Rudjito, praktisi konservasi penyu pantai Samas, Bantul, DIY
Peserta semnas biologi 2012 mencapai 150 peserta yang berasal dari berbagai universitas. Seluruh peserta terlihat khitmat dan antusias dalam mengikuti jalannya acara yang ditandai dengan banyaknya para penanya saat dibukanya sesi diskusi. Peserta semnas juga dihibur oleh penampilan menawan paduan suara dari sekrub FMIPA UNY.
            Semnas biologi UNY berlangsung lancar hingga akhirnya ditutup pada pukul 15.30 WIB. Setelah mengikuti acara ini, diharapkan seluruh peserta mampu untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam semnas ini. Hendaknya seluruh manusia sadar akan pentingnya upaya konservasi yang tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan makhluk-makhluk yang terancam punah, akan tetapi juga sekaligus sebagai langkah nyata untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran.